Apa itu Kompetensi?

Apa itu Kompetensi?

Tingkat kemampuan seseorang dalam bekerja sehingga bisa berkinerja unggul seringkali disebut sebagai tingkat kompetensi.  Kompetensi dapat diukur secara relatif dengan suatu instrumen Penilaian Kompetensi, merupakan salah satu jenis tes kerja. Selain itu ada juga pengukuran perilaku dan juga tes psikologi, dan lain-lain. Kesemuanya merupakan bagian dari alat tes assessment center. Pembahasan mengenai kompetensi secara lebih lanjut bisa disimak sebagai berikut.

 Definisi Kompetensi

Kompetensi adalah gambaran kemampuan individu dalam menuntaskan pekerjaan, merupakan bagian karakteristik seseorang yang dibentuk dari pengalaman, pendidikan, dan lingkungan sosialnya. Kompetensi menjadi salah satu ukuran dari kinerja atau performance yang ditampilkan karyawan. Kata kompetensi itu sendiri berasal dari bahasa Inggris, yakni competency, yang memiliki arti  kecakapan ataupun kemampuan, merupakan kombinasi dari pengetahuan, keterampilan dan sikap  kepribadian yang bisa meningkatkan kinerja karyawan, sehingga diharapkan karyawan mampu memberikan kontribusi terhadap kesuksesan organisasi. Karenanya penting untuk melakukan penilaian kompetensi guna memprediksi perilaku karyawan dalam berbagai situasi kerja.

 Sejarah Penilaian Kompetensi

Istilah penilaian kompetensi atau Competency assessment pertama kali diperkenalkan David McClelland di tahun 1973 dalam artikelnya yang berjudul Testing for competence rather than for intelligence. Di tahun 1982, Boyatzis melakukan pengumpulan data komprehensif dengan mempergunakan metode yang dikembangkan oleh McBer and Company, yakni Job Competence Assessment atau penilaian kompetensi kerja. Mulai saat itulah kompetensi menjadi faktor penting untuk menilai kemampuan kerja karyawan dan menjadi pertimbangan dalam pengembangan Sumber Daya Manusia.

 Elemen Kompetensi

Terdapat tiga elemen kompetensi sebagai berikut:

Motives atau Motif. Motif adalah latar belakang mengapa seseorang memikirkan dan menginginkan sesuatu. Pemikiran yang konsisten muncul pada diri seseorang sehingga menyebabkannya mengambil tindakan. Motif memunculkan ciri-ciri atau traits pada diri seseorang. Motif juga memunculkan respon-respon yang konsisten dalam berbagai situasi formal ataupun informasi.  Tindakan dan perilaku kerja seringkali didasari oleh motif-motif tertentu, sehingga memahami konsep diri, sikap, dan nilai-nilai yang dianut seseorang dapat memberikan gambaran tentang kemungkinan kinerja seorang karyawan.

Knowledge atau Pengetahuan. Pengetahuan adalah informasi yang dimiliki oleh seorang individu dalam suatu area spesifik yang tertentu.

Skill atau Keterampilan. adalah kecakapan seorang individu untuk menampilkan tugas fisik ataupun tugas mental tertentu yang dibutuhkan untuk menuntaskan suatu pekerjaan.

Berdasarkan bagiannya, kompetensi bisa dibagi menjadi dua bagian, yakni:

Bagian Surface atau permukaan. Bagian kompetensi yang dapat dilihat dan dikembangkan disebut surface competency atau kompetensi permukaan. Kompetensi yang nampak dari luar dan lebih mudah diukur, yakni pengetahuan dan keterampilan atau keahlian.

Core atau Inti. Bagian kompetensi yang tidak dapat dilihat dan juga sulit untuk dikembangkan disebut dengan core atau sentral atau inti, yakni sifat, sikap, dan motif, juga nilai-nilai. Bagian inti menjadi dasar bagaimana kompetensi seseorang ditampilkan atau dikembangkan.

Demikian sekilas tentang kompetensi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *